JABARNEWS | BANDUNG – Kenaikan harga elpiji nonsubsidi mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencari solusi alternatif energi bagi masyarakat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kearifan lokal dapat menjadi jawaban untuk mengurangi ketergantungan terhadap gas LPG.
Menurutnya, salah satu sumber energi yang potensial adalah biogas yang dihasilkan dari pengolahan limbah ternak, seperti kotoran sapi. Pemanfaatan ini bahkan telah diterapkan oleh sejumlah peternak di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” ujar Dedi dalam keterangan yang diterima, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, energi biogas mampu menghasilkan api kompor yang cukup besar untuk kebutuhan memasak sehari-hari, sehingga layak menjadi alternatif pengganti elpiji.
Selain biogas, Dedi juga menyebut masyarakat di wilayah perkampungan masih dapat memanfaatkan kayu bakar sebagai sumber energi tradisional. Sementara untuk masyarakat perkotaan, penggunaan kompor listrik dinilai menjadi opsi yang lebih relevan.





