Daerah

Dedie A Rachim: Warga Kota Bogor Harus Waspadai Potensi Bencana Alam

×

Dedie A Rachim: Warga Kota Bogor Harus Waspadai Potensi Bencana Alam

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengingatkan warga Kota Bogor untuk mewaspadai adanya kemungkinan bencana di Kota Bogor dalam beberapa hari ke depan.

“BMKG memprakirakan masih akan turun hujan dengan intensitas tinggi di Jabodetabek, termasuk Kota Bogor, sampai awal Maret. Warga Kota Bogor harus mewaspadai adanya kemungkinan bencana,” kata Dedie A Rachim, di Kota Bogor, Senin.

Baca Juga:  Polres Metro Bekasi Ungkap Pemalsuan Galon Le Minerale, Produksi dari Air Tanah Tercemar

Menurut Dedie A Rachim, potensi bencana yang sering terjadi di Kota Bogor adalah tanah longsor, pergeseran tanah, dan pohon tumbang.

“Warga yang tinggal di bantaran sungai juga harus mewaspadai kemungkinan luapan air sungai,” katanya.

Pemerintah Kota Bogor, kata dia, terus melakukan upaya mitigasi bencana untuk memetakan lokasi potensi rawan bencana di Kota Bogor, sekaligus antisipasi penanganannya.

Baca Juga:  Wabup Ciamis Temui Massa Unjuk Rasa

“Mitigasi itu adalah upaya mengurangi risiko,” katanya.

Menurut Dedie, BMGK telah mengumumkan prakiraan cuaca, sedangkan BPBD mengumumkan peringatan dini sekaligus memberikan edukasi kepada warga untuk mengantisipasi kemungkinan bencana.

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat menyampaikan keterangan kepada pers secara virtual, Sabtu (20/2), mengatakan, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, masih dalam puncak musim hujan sampai awal Maret 2021.

Baca Juga:  Kesal, Giliran Pemudik Blokade Jalan di Karawang-Bekasi

BMKG juga memprakirakan, akan turun hujan dengan intensitas tinggi di Jabobadetabek pada, 23-24 Februari 2021.

“Pada puncak musim hujan ini, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sampai awal Maret,” katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mendata dan menangani belasan bencana di Kota Bogor, terutama tanah longsor.

Tinggalkan Balasan