Penyelidikan polisi juga mendapati bahwa para pelaku tidak hanya melakukan penganiayaan, tetapi juga merusak kendaraan serta menjarah barang berharga milik korban.
Dari 14 orang yang diciduk, 10 di antaranya merupakan pelaku utama kekerasan, sementara empat lainnya masih didalami terkait dugaan pencurian motor.
Untuk meredam isu yang berkembang, AKBP Anom meluruskan bahwa bentrokan ini murni dipicu kesalahpahaman antarkelompok motor di jalan raya.
Ia menegaskan peristiwa tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan rivalitas suporter sepak bola tertentu.
Sebagai barang bukti, petugas menyita stik golf, bambu, hingga pecahan botol yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Selain itu, dua unit motor dan 12 ponsel juga diamankan sebagai penguat alat bukti di persidangan nanti.





