Oknum Kepala Desa Di Bekasi Ditahan Penyidik Kejaksaan, Ini Kasus yang Menjeratnya

Ilustrasi oknum kepala desa. (foto: istimewa)

Menurut Barkah, kasus ini berawal pada Bulan September 2021. Saat itu tersangka AR memfasilitasi kegiatan sosialisasi oleh Kantor ATR/BPN Kabupaten Bekasi dengan mengundang para kepala dusun, perangkat RT/RW, serta kepala urusan pembangunan dan pemerintahan, membahas alur pemberkasan program PTSL.

Baca Juga:  Kasus DBD di Sumedang Meningkat! Belasan Orang Meninggal Dunia

Tersangka kemudian menginstruksikan para perangkat desa terkait memungut biaya sebesar Rp400 ribu per bidang tanah untuk dasar alas atas nama pemohon. (red)

Baca Juga:  Sangat Murah! Uu Ruzhanul Ulum Ngaku Hanya Rogoh Kocek Rp45 Ribu untuk Operasional Mobil Listriknya