Daerah

Pecat Kejati Yang Rapat Pakai Bahasa Sunda Tuai Kontroversi, Dedi Mulyadi: Apa Salahnya?

×

Pecat Kejati Yang Rapat Pakai Bahasa Sunda Tuai Kontroversi, Dedi Mulyadi: Apa Salahnya?

Sebarkan artikel ini
Karikatur Dedi Mulyadi. (Foto: Dodi/JabarNews).

JABARNEWS | JAKARTA – Pernyataan Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin pecat seorang Kepala Kejaksaan Tinggi yang rapat menggunakan bahasa Sunda menuai kontroversi.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang juga tokoh Sunda turut berkomentar mengenai hal tersebut. Menurutnya penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan rapat adalah sesuatu yang wajar.

Baca Juga:  Modus Perdagangan Orang, Mahasiswa di Pangandaran Jadi Tersangka Prostitusi Online

“Wajar saja dilakukan selama yang diajak rapat, yang diajak diskusi, mengerti bahasa daerah yang digunakan sebagai media dialog pada waktu itu,” ujar Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Elektabilitas Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi Masih Jadi yang Terkuat, Akankah Kembali Bertarung di Pilgub Jabar 2024?

Dedi pun saat menjadi Bupati Purwakarta kerap menggunakan bahasa Sunda sebagai media dialog bersama masyarakat dan rapat pejabat. Bahkan dalam satu hari ada pengkhususan di mana seluruh warga hingga pejabat harus menggunakan bahasa, pakaian hingga menyediakan makanan khas Sunda.

Baca Juga:  Polres Cirebon Kota Selidiki Dugaan Pencabulan Anak oleh Pengemudi Taksi Daring

“Saya lihat di Jawa Tengah bupati, wali kota, gubernur sering juga menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan kesehariannya. Ini adalah bagian dari kita menjaga dialektika bahasa sebagai keragaman Indonesia,” ucapnya.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23

Tinggalkan Balasan