Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi guna menjaga kepercayaan publik. “Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan profesional sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas institusi,” tambahnya.
Rekrutmen ini turut membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen inklusivitas. Harjono menyebut kesetaraan akses kerja menjadi prinsip yang terus dijaga. “Kami meyakini keterbatasan bukan penghalang untuk berkontribusi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat, Kunto Wibowo, mengingatkan pelamar agar memastikan keabsahan data yang diajukan selama proses seleksi. Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen tidak dipungut biaya.
“Kami mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan dan hanya mengacu pada informasi resmi,” kata Kunto.
Ia menilai penguatan SDM menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan kinerja lembaga di tengah meningkatnya jumlah pekerja dan kompleksitas kebutuhan perlindungan sosial. “Langkah ini penting agar layanan tetap adaptif dan konsisten memberikan perlindungan terbaik bagi pekerja Indonesia,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





