“Kita ingin memastikan semua anak punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.
Ia meminta seluruh jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, operator hingga panitia SPMB menjaga proses penerimaan tetap bersih dan terbuka. Farhan juga mengingatkan agar tidak terjadi manipulasi data maupun praktik penyimpangan lain yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.
“Hindari manipulasi data dan berbagai penyimpangan yang mencederai kepercayaan masyarakat. Integritas adalah wajah kita semua,” ujarnya.
Selain itu, Farhan menyoroti pentingnya pelayanan yang ramah dan responsif kepada masyarakat karena masa penerimaan sekolah kerap menjadi periode penuh kecemasan bagi orang tua siswa.
Ia juga menilai penguatan sistem digital menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi intervensi data dalam pelaksanaan SPMB.





