Menurutnya, tindakan para siswa tersebut bertolak belakang dengan upaya penguatan karakter siswa yang sedang digalakkan melalui program Gapura Panca Waluya.
Agus menilai, aksi pelecehan terhadap guru tersebut telah menodai lima pilar utama pendidikan karakter berbasis budaya Sunda yang dicanangkan Disdik Jabar.
“Sebagaimana kita ketahui program Disdik Jabar yakni Gapura Panca Waluya itu konsep pendidikan karakter berbasis budaya Sunda di Jawa Barat yang bertujuan membentuk siswa berintegritas dan unggul melalui lima nilai utama (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer),” ungkap Agus, Sabtu (18/4/2026).
Kelima pilar tersebut sejatinya menjadi fondasi perilaku siswa: Cageur (sehat lahir batin), Bageur (santun), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (tangkas). Namun, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan kontras yang tajam, terutama karena insiden ini terjadi di sekolah yang menyandang status unggulan.
“Kalau dilihat uniformnya itu sekolah yang digadang-gadang sebagai sekolah favorit di Kabupaten Purwakarta. Tapi kok bisa muncul atraksi yang tidak terpuji. Pelecehan dan tidak ada rasa hormatnya terhadap seorang ibu guru,” tegas Agus.





