Bukan Seruan Politik Biasa, Pegiat Literasi di Desa Titip Ini ke Calon Bupati Purwakarta

Ilustrasi harapan pegiat literasi Teras Baca di Desa Kiarapedes kepada Calon Bupati Purwakarta
Ilustrasi harapan pegiat literasi Teras Baca di Desa Kiarapedes kepada Calon Bupati Purwakarta

JABARNEWS | PURWAKARTA – Di tengah hiruk pikuk politik menjelang pemilihan Bupati Purwakarta pada Pemilihan Kepala Daerah 2024 (Pilkada 2024), satu suara yang mengemuka di Desa Kiarapedes Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta bukanlah seruan politik biasa.

Seorang pegiat literasi dari komunitas Teras Baca, Ade Setia Lesmana, menitipkan harapannya kepada bakal calon Bupati Purwakarta agar memperhatikan pentingnya peningkatan literasi di wilayah pedesaan Purwakarta.

“Para pemimpin itu kadang suka lupa kondisi sebenarnya di pedesaan, padahal banyak potensi di desa yang perlu digali dan perlu wadah. Saya harap pemimpin Purwakarta ke depan dapat lebih memprioritaskan potensi yang digerakan oleh para pemuda di desa. Apalagi secara geografis, sebagian besar wilayah Kabupaten Purwakarta adalah daerah pedesaan,” terang Ade, Senin (13/5/2024).

Baca Juga:  Anne Ratna Mustika Antisipasi Penurunan Kualitas Udara di Purwakarta

Salah satu cara untuk dapat menggali potensi yang ada di desa, lanjutnya, yaitu dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat desa melalui kegiatan literasi.

Dengan adanya kegiatan literasi di desa, seperti membaca buku, bedah buku, diskusi, dan kegiatan-kegiatan literasi lainnya, dipandang Ade dapat membuat masyarakat desa menjadi lebih mampu memahami sebuah informasi, berfikir kritis, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa.

Diakuinya, untuk dapat menggerakan satu orang anak agar suka membaca buku itu membutuhkan upaya yang besar dan waktu yang cukup lama, padahal pemerintah dari tingkat pusat sampai daerah mempunyai target agar dapat meningkatkan indeks literasi.

Baca Juga:  Alami Penurunan, Segini Besaran Dana Hibah untuk Pilkada Pangandaran 2024

Keseriusan dan komitmen dari seorang pemimpin daerah, menurut Ade, menjadi hal yang penting dalam membangun budaya literasi di desa. Seorang pemimpin daerah tentu memiliki kemampuan dan kewenangan untuk membuat kebijakan atau program yang membentuk budaya literasi dari tingkat terkecil, yaitu keluarga, guna menunjang pendidikan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sedini mungkin.

“Keluarga sebagai sekolah pertama bagi cikal bakal insan manusia yang berkualitas, tentunya harus ada sentuhan dari seorang pemimpin daerah untuk dapat membuat program yang menunjang inovasi dalam membangun budaya literasi. Contoh kecil dengan adanya sebuah program yang dapat membuat orang tua membiasakan anaknya untuk membaca buku selama 10 sampai 15 menit sebelum tidur,” terangnya.

Baca Juga:  Ini Penyebab Kebakaran Lahan di Desa Raharja Kota Banjar

Untuk meningkatkan budaya literasi di Desa Kiarapedes, Ade mempunyai keinginan untuk membuat semacam kampung literasi. Dia ingin setiap rumah di Desa Kiarapedes memiliki rak yang terisi oleh buku-buku bacaan.

“Dengan begitu, setiap orang tua dapat mengenalkan budaya literasi kepada anaknya sejak dini,” ujarnya.