Yogie Mochamad dan Babak Baru Kepolitikan

Yogie Mochamad
Yogie Mochamad. (foto:istimewa)

Secara jejak rekam personal, ia pun masih tanpa cela. Jauh dari olah-olah kolusi. Bersih dari skandal. Hal ini penting diposisikan sebagai petanda (signifier) kepemimpinan. Apalagi, jika orientasinya adalah ke-baru-an. Diketahui, tanpa modal moral yang memadai, sulit untuk membelah mana yang “lama” dan mana yang “baru”. Sedangkan “baru” itu sendiri lekat dengan penekanan kualitas yang lebih baik–ketimbang yang sebelumnya.

Baca Juga:  Mengarus-Utamakan Perempuan Ciamis Pada Pemilu 2024

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah kedua modal dasar tersebut memadai bagi Yogie di ranah dinamika Golkar Purwakarta khususnya, dan ke-politik-an Kabupaten Purwakarta pada umumnya?

Jawabannya : tentu saja “tidak” ketika kedua modal tersebut tidak di-uji-kan di lapangan politik. Artinya, perlu ada praktek-praktek (exercise) politik ber-tendensi “baru” yang ditunjukkan Yogie. Sehingga, publik bisa ‘membaca’ sekaligus menyaksikan langsung ke-baru-an yang menjadi faktor pembeda.

Baca Juga:  Uu Ruzhanul Ulum Ingin Umat Islam Berjaya di Bidang Politik dan Bisnis

Membangun Data Publik Akurat?

Purwakarta, terlepas dari banyak prestasi yang sempat didapat, diliputi banyak problematika. Jika harus disebut, salahsatunya adalah ihwal data publik  yang akurat. Hingga sejauh ini, kita belum melihat semacam “big data” ber-skala kabupaten yang menjadi dasar pembangunan daerah. “Big data” yang  menampilkan informasi dasar, lebih khusus terkait isu kesejahteraan rakyat Purwakarta.

Baca Juga:  Strategi Bisnis di Era MEA