Nasional

KH Ma’ruf Amin: Khittah Nahdlatul Ulama itu Islahiyah, Miliki Makna Ini

×

KH Ma’ruf Amin: Khittah Nahdlatul Ulama itu Islahiyah, Miliki Makna Ini

Sebarkan artikel ini
Wapres KH Ma’ruf Amin saat peluncuran dan bedah buku karya Ahmad Baso dan KH Zulfa Mustofa di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Rabu (22/12/2021). (Istimewa)
Wapres KH Ma’ruf Amin saat peluncuran dan bedah buku karya Ahmad Baso dan KH Zulfa Mustofa di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Rabu (22/12/2021). (Istimewa)

Oleh karena itu, Pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menyebut organisasi yang didirikannya itu sebagai jam’iyyah ishlahiyyah.

“NU juga gerakan ulama untuk memperbaiki umat, baik aspek keagamaannya maupun  kemasyarakatannya,” tegas ulama asal Tanara Banten itu.

Baca Juga:  Update Covid-19, Minggu 20 September 2020, 3.989 Positif Hari Ini

Dengan garis khittah perbaikan itu, maka cara (khatwah) yang harus dilaksanakan adalah langkah perbaikan, bukan langkah mengambil kekuasaan.

“Mengambil kekuasaan bukan khittah kita. Itu urusan Allah, karena Allah yang memberikan kekuasaan pada orang yang dikehendaki,” kata Wapres.

Baca Juga:  Melihat Ambisius Gerindra-PKB yang Ingin Raup Suara NU di Jabar

Kiai Ma’ruf juga menegaskan bahwa NU mengedepankan paradigma berpikir moderat dan dinamis. Artinya, mengutip al-Qarafi, dinamis itu tidak statis pada teks-teks saja, statis pada teks kitab saja. NU juga berpegang teguh pada madzhab.

Baca Juga:  Sesumbar Beri Bantuan Rp1 Triliun kepada NU, Ridwan Kamil Diminta Klarifikasi Hari Ini
Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3

Tinggalkan Balasan