Dedi Mulyadi Paparkan Solusi ‘Pembersihan’ PNS Anti Pancasila di Lembaga Negara

JABARNEWS | PURWAKARTA – Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki solusi ‘pembersihan’ PNS anti Pancasila di setiap lembaga negara. Menurut dia, dibutuhkan pelaksanaan dua pendekatan sekaligus untuk maksimalisasi ikhtiar tersebut.

Dua pendekatan tersebut terdiri dari pendekatan struktural dan kultural. Pendekatan kultural dapat dilakukan dengan cara penyaringan penuh pemahaman ideologi Pancasila di kalangan PNS.

“PNS ini benteng Pancasila di tengah kehidupan masyarakat. Masa gak setuju dengan Pancasila?. Karena itu, masing-masing lembaga negara harus melakukan screening mulai dari hari ini. Itu penting dilakukan,” kata Dedi saat diundang sebagai budayawan dalam kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan.

Baca Juga:  Jasad Pria Membusuk Ditemukan di Kamar Kost Purwakarta, Begini Keterangan Polisi

Acara tersebut digelar di Bale Guru Linuhung, Gg Beringin, Kelurahan Nageri Tengah, Purwakarta, Rabu (21/11/2018).

Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, secara kultural, penolakan terhadap Pancasila merupakan cermin etos kerja yang buruk. Karena itu, kultur tersebut harus segera dihilangkan melalui penguatan budaya kerja.

Jika tidak berhasil, maka langkah terakhir berupa pemecatan dari status PNS harus dilakukan oleh pemerintah.

“Rekomendasi dari sini adalah pemecatan. Kenapa?, agar negara ini efisien. Mereka digaji dengan menggunakan uang negara. Jadi, harus taat pada dasar negara,” ujarnya.

Baca Juga:  Pagi Ini, Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Pijar

Soliditas Antar Lembaga Negara

Dedi meminta pemerintah pusat untuk segera menindaklanjuti usulannya tersebut. Secara teknis, TNI/POLRI dan para akademisi harus terlibat aktif menyikapi permasalahan ini.

“Seluruh lembaga negara harus aktif menyikapi masalah PNS anti Pancasila. Ini masalah serius,” katanya.

Terpisah, Kepala BKPSDM Purwakarta, Ruslan Subanda mengatakan bahwa pihaknya menanggapi serius rilis Kemendagri tentang PNS anti Pancasila. Bulan depan, institusinya akan melakukan assestment dan tes kompetensi kebangsaan ASN di Purwakarta.

Baca Juga:  Sekda Jabar Pastikan Persiapan Nataru Sudah Capai 90 Persen

“Mulai bulan depan, kita assestment. Ini wajib bagi seluruh pegawai. Nanti, ini kita gunakan untuk mutasi dan promosi,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, Ruslan memastikan bahwa di Purwakarta tidak ada PNS yang menolak Pancasila. Karena itu, secara kesimpulan dia menunggu kepastian hasil assestment.

“Kita tunggu ya. Tetapi kalau kita lihat memang tidak ada, tunggu langkah selanjutnya saja,” katanya. (jar)

Jabarnews | Berita Jawa Barat