Daerah

Kuota TPA Sarimukti Menipis, Pemkot Bandung Pacu Aktivasi 6 TPST Kejar Target 450 Ton

×

Kuota TPA Sarimukti Menipis, Pemkot Bandung Pacu Aktivasi 6 TPST Kejar Target 450 Ton

Sebarkan artikel ini
Kuota TPA Sarimukti Menipis, Pemkot Bandung Pacu Aktivasi 6 TPST Kejar Target 450 Ton
Kesiapan infrastruktur di salah satu TPST yang akan diaktivasi kembali diKota Bandung

JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat mengantisipasi potensi penumpukan sampah di penghujung April 2026. Fokus utama saat ini adalah mempercepat reaktivasi enam Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di berbagai titik strategis.

​Langkah ini menjadi solusi konkret mengingat kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti diprediksi habis pada akhir pekan ini. Dengan mengaktifkan kembali fasilitas pengolahan, DLH Kota Bandung menargetkan mampu mengolah hingga 450 ton sampah per hari di tingkat kota.

​Strategi Reaktivasi Fasilitas Pengolahan

​Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menegaskan bahwa optimalisasi TPST adalah prioritas mendesak. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya menjalani pemeliharaan, kini bersiap beroperasi penuh kembali.

​”Strategi utama kami adalah mengaktifkan kembali sejumlah TPST seperti di Nyengseret, Tegallega, dan Cicukang Holis,” ujar Salman pada Rabu, 29 April 2026.

​Menurutnya, aktivasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan hingga 100 ton per hari dari angka eksisting 350 ton. Walaupun demikian, Salman mengakui proses ini memerlukan ketelitian teknis dan kesiapan dokumen administrasi agar operasional berjalan optimal dalam satu bulan ke depan.

Baca Juga:  Pencuri Dan Penadah Curanmor Diringkus Polres Purwakarta

​Mitigasi Krisis Kuota TPA Sarimukti

​Urgensi langkah ini semakin nyata menyusul pembatasan kuota di TPA Sarimukti yang hanya mencapai 980 ton per hari. Tingginya timbulan sampah beberapa waktu terakhir membuat cadangan kuota habis lebih cepat dari jadwal semula.

​Salman menjelaskan bahwa di akhir minggu ini, kuota tersebut kemungkinan besar telah terpakai seluruhnya. Oleh sebab itu, DLH mulai melakukan penjadwalan ketat dan pengaturan rute pengangkutan pada lokasi-lokasi krusial.

​Upaya pembersihan juga terus dilakukan pada titik penumpukan, seperti di Pasar Induk Gedebage yang kini sudah tertangani. Namun, perhatian khusus masih tertuju pada penanganan bertahap di eks TPA Dago dan kawasan Ciwasta.

Baca Juga:  Mengerikan, Aksi Gangster Keroyok PKL di Lengkong Kota Bandung Viral

​Inovasi Teknologi dan Kolaborasi TNI

​Guna memperkuat sistem pengolahan, Pemkot Bandung merangkul TNI untuk pemanfaatan lahan dan teknologi. Salah satunya adalah koordinasi penggunaan lahan di Secapa untuk mengaktifkan kembali teknologi pengolahan yang tersedia di sana.

​Selain itu, mesin pengolah sampah bantuan TNI Angkatan Darat akan segera diuji coba. “Awal bulan depan direncanakan commissioning test. Ini diharapkan mampu membantu mengurangi sampah, terutama di wilayah Ciwasta,” tambah Salman.

​Sejalan dengan teknologi, keterlibatan masyarakat melalui program Gaslah juga menunjukkan tren positif. Pengolahan sampah organik berbasis warga ini bahkan sering melampaui target awal sebesar 40 ton per hari.

​Penguatan Kemandirian Sampah Berbasis Wilayah

​Di sisi lain, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa pengelolaan sampah harus mulai beralih ke basis kewilayahan. Dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-92, Selasa (28/4), ia menginstruksikan penguatan monitoring melalui laporan neraca sampah rutin.

Baca Juga:  Jelang Idul Fitri, Bambang Tirtoyuliono Imbau Masyarakat Kota Bandung Siapkan Ini saat Mudik Lebaran

​Wali Kota Farhan menegaskan bahwa data di lapangan harus mencerminkan kondisi nyata terkait jumlah sampah yang dihasilkan dan diolah. Menurutnya, kemandirian wilayah menjadi kunci utama keberlanjutan lingkungan kota di masa depan.

​”Kita harus mulai membangun kemandirian. Semakin banyak sampah yang selesai di wilayah, semakin baik untuk keberlanjutan kota,” pungkasnya. (Red)

Ringkasan Penanganan Sampah Bandung 2026

  • Target Total: 450 ton sampah terolah di tingkat kota per hari.
  • Fasilitas Kunci: Aktivasi kembali TPST Nyengseret, Tegallega, dan Cicukang Holis.
  • Status TPA: Kuota TPA Sarimukti (980 ton/hari) diprediksi habis akhir minggu ini.
  • Teknologi Baru: Uji coba mesin bantuan TNI AD di Ciwasta pada awal Mei.
  • Solusi Organik: Optimalisasi program Gaslah dan rumah maggot di tingkat wilayah