Program PKM Polindra Buat Teknologi Mesin Briket dengan Bahan Limbah untuk Desa Juntinyuat Indramayu

Briket
PKM Polindra Buat Teknologi Mesin Briket dengan Bahan Limbah untuk Desa Juntinyuat Indramayu. (Foto: Istimewa).

Tim PKM yang terdiri dari Muhammad Luthfi, Yusup Nur Rohmat, Delffika Canra dan dibantu mahasiswa Tugas Akhir atas nama Febri Yani dan Bagas Banu Aji menyerahkan Mesin Briket kepada Mohamad Sodik sebagai perwakilan dari Paguyuban Petani Desa Juntinyuat pada tanggal 18 Oktober 2023.

Muhamad Luthfi, Yusup dkk mengungkapkan proses pembuatan mesin/ alat briket mulai proses perancangan, pemilihan material, pembuatan/ fabrikasi, sampai proses pengujian dikerjakan oleh mahasiswa Tugas Akhir dilakukan sebelum diserahkan ke mitra. “Sehingga dalam serah terima ke mitra dipastikan alat mesin briket ini dalam kondisi siap pakai dan siap produksi,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Kendaraan Terlibat Laka Lantas di Indramayu, Dua Orang Tewas Lainnya Luka-luka

“Metode yang digunakan yaitu menggunakan mesin pengaduk untuk pencampuran bahan dan mesin cetak briket untuk pencetakan dari bahan menjadi briket dengan memadatkan menggunakan screw conveyor”. Dalam proses perancangan ada factor-faktor yang sangat diperhatikan seperti penentuan safety factor desain, penentuan material, dan efisiensi harga pembuatan mesin pencetak briket,” lanjutnya.

Baca Juga:  Desy Ratnasari, Satu-satunya Nama yang Diusulkan sebagai Cagub Jabar

Yusup juga menjelaskan cara kerja mesin pencetak briket ini yaitu memanfaatkan putaran motor untuk menggerakan screw conveyor dari poros yang berputar. Kapasitas mesin dapat menampung hingga 20kg bahan adonan briket dengan estimasi waktu proses pembuatan sampai pengirangan berkisar 10 jam.

Yusup berharapkan dengan adanya alat ini dapat mengurangi limbah batok kelapa dan limbah gergaji kayu dan menambah income bagi para petani di wilayah Indramayu, terutama daerah Juntinyuat karena penggunaan bahan bakar briket sangat baik dan panas yang dihasilkan stabil dan tahan lama, dibandingkan dengan pembakaran yang lain. Terutama pada penjual kaki lima bahan bakar ini sangat bermanfaat dan membantu, dan asap yang lebih sedikit dibandingkan dengan pembakaran batok kelapa atau kayu. (Red)

Baca Juga:  Kasus DBD di Indramayu Naik Dua Kali Lipat, Ini Kata Dinas Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News