Ia menambahkan, hingga 2029 pemerintah menargetkan pembangunan 32 titik PSEL di berbagai daerah dengan kapasitas pengolahan minimal 100 ton sampah per hari, bahkan di beberapa lokasi mencapai 500 hingga 700 ton per hari.
Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi krusial mengingat sejumlah wilayah di Indonesia telah berada dalam kondisi darurat sampah. Pemerintah pun tidak ingin kejadian serupa tragedi longsor sampah terulang kembali.
Dedi Mulyadi menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengawal proyek tersebut, khususnya di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.
“Sekarang sudah ditandatangani untuk Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, semoga segera selesai dan bisa beroperasi secepatnya. Sampah teratasi, listrik dinikmati,” kata Dedi.
Selain Jawa Barat, penandatanganan kerja sama juga dilakukan di Bali sebagai bagian dari pengembangan proyek serupa di tingkat nasional. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





