Kemensos Identifikasi Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor

JABARNEWS | JAKARTA – Korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Jabodetabek sejak hujan mengguyur, Kementerian Sosial mendata sebanyak 21 meninggal dunia.

Menteri Sosial Juliari P Batubara berharap, jumlah korban tidak bertambah, mudah-mudahan banjir surut sehingga tidak ada korban jiwa lagi.

“Laporan terakhir 21, 19 korban sudah teridentifikasi dan dua lagi dalam proses pendataan,” kata di sela peninjauan lokasi banjir di Jakarta Timur, Kamis.

Baca Juga:  Ngilu! Truk Pengangkut Miras Terguling, Seorang Pengendara Motor Tewas Tergencet

Ia mengatakan akan berikan santunan kepada setiap ahli waris korban meninggal dunia, masing-masing sebesar Rp15 juta.

Mensos meninjau beberapa titik lokasi banjir di Jakarta Timur sekaligus menyerahkan bantuan untuk korban banjir.

Kemensos mencatat korban meninggal dunia yaitu M Ali (82), Siti Hawa (72) dan Willi Surahman (54) warga Kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur akibat hipotermia.

Selanjutnya Rumsinah (68), NN (8) dan Amelia (27) warga Kelurahan Pangkalan Jati Baru Kecamatan Cinere, Depok, meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor.

Baca Juga:  Berkat Gotong Royong, SMAN 1 Purwakarta Bisa Gelar UNBK

Korban lainnya Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran Jakarta Pusat meninggal akibat kesetrum listrik, Kusmiyati (30) warga Tanah Sereal Kota Bogor meninggal karena tertimpa tanah longsor.

Warga yang menjadi korban lainnya yaitu Marsdianto (20) beralamat Perumahan Puri Citayam Permai 2 Dewa Rawa Panjang Bojonggede Bogor, Asri (45), M Hudri (24), Carli (5), Rumsah (60), Amri (60), Cicih (10) dan Saroh (25) seluruhnya warga RT 02/03 Kampung Sinar Harapan Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya meninggal akibat terseret arus banjir.

Baca Juga:  Ramalan Cuaca Kota Bandung, Jumat 10 Juni 2022

Kemudian, Idrus (50), Nurjen (47) warga RT 02/10 Kampung Cibeureum Dewa, Curugbitung, Kecamatan Nanggung dan Hilman (15) warga RT07/08 Kampung Parung Sapi Desa Kalong Sawah Kecamatan Jasinga juga meninggal akibat terseret arus banjir. (Ara)