Daerah

Kronologi Tragedi Kecelakaan Maut di Saguling Bandung Barat, Tewaskan 6 Orang Penumpang

×

Kronologi Tragedi Kecelakaan Maut di Saguling Bandung Barat, Tewaskan 6 Orang Penumpang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (foto: istimewa)
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (foto: istimewa)

Wira menambahkan bahwa pihaknya masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menegaskan tim Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.

“Kami masih cek TKP. Ya kami sedang ke lokasi, kejadian masih penyelidikan,” tandasnya.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang tragedi lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

Baca Juga:  Pembangunan Tol Getaci Mulai Maret, Uu Ruzhanul Ulum Tak Berharap Kejadian Bocimi

Di kesempatan terpisah Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hasan Sadikin Bandung, dr. Roland Sidabutar, mengungkapkan bahwa saat ini mereka tengah merawat 12 korban kecelakaan truk terguling yang berasal dari Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:  Puluhan Siswa SD di Bandung Barat Dilaporkan Alami Keracunan Usai Konsumsi Yogurt

“Ada total 12 korban kecelakaan di Cililin yang dirawat di rumah sakit kami,” ujar Roland di RS Hasan Sadikin Bandung.

Ronald menjelaskan bahwa mayoritas korban mengalami luka di bagian kepala. Dari 12 korban tersebut, satu pasien sudah diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan awal. Sementara empat orang lainnya akan menjalani operasi kepala.

Baca Juga:  Pemkab Tasikmalaya Pangkas Anggaran hingga Rp80 Miliar, Pembangunan Infrastruktur Terancam?

“Hampir semua korban mengalami trauma pada kepala. Beberapa juga mengalami luka-luka pada bagian tubuh lain, tetapi yang paling utama adalah cedera kepala,” jelasnya.

“Sekitar empat pasien akan menjalani operasi kepala karena kondisinya membutuhkan perawatan lebih lanjut,” tambahnya. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2