Penyetaraan Agama dan Moral Didasari Pancasila

JABARNEWS | MALANG – Penyetaraan Agama dan Pancasila itu sangat penting karena dimana jika tidak di setarakan akan sering terjadi ketidak adilan dan muncul percekcokan. Contohnya saja dalam agama sering terjadi percekcokan antara sesama muslim maupun non Islam.

Dimana rasa toleransi mereka sedikit dan mereka lebih membesarkan ego nya mereka, padahal di Pancasila di sila ke-2 yaitu yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab, seharusnya kita bisa menerima mereka baik tanggapan atau sikap mereka terhadap kita jika memang tidak suka kita lebih baik diam.

Baca Juga:  Rapid Test Antigen di Terminal Leuwipanjang, 9 Penumpang Reaktif Covid-19

Agama diyakini tidak hanya bicara soal ritual semata melainkan juga berbicara tentang nilai-nilai yang harus di konkretkan dalam kehidupan sosial.

Bukan hanya dalam agama toleransi yang harus di samakan adalah dalam berpolitik, terkhususnya para pejabat dimana masyarakat berususah paya untuk mencari nafkah.

Tapi malah mereka tokoh masyarakat bekerja seenaknya dan seolah-olah mereka tidak begitu peduli dengan nasib rakyat nya.

Kami rakyat tidak ingin begitu banyak pada kalian penjabat kami hanya ingin hidup yang layak dan pendidikan sewajarnya dan kita hidup damai tidak ada lagi dimana rakyat menangis karena kelaparan ataupun rakyat menangis karena kehilangan keadilan mereka.

Baca Juga:  Pilkada 2020, Mahfud MD: Gunakan Hak Pilih Sebaik-baiknya

Para ahli sudah merumuskan beberapa teori untuk menganalisa relasi antara negara dan agama yang antara lain dirumuskan dalam 3(tiga) paradgima yaitu: Paradgima Intergralistik, Paradgima Simbiotik dan Paradigma Laristik.(*)

Penulis: Alfian Milda Auliya – Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Malang

Isi dari tulisan ini menjadi sepenuhnya tanggung jawab dari penulis