Perusahaan di Kota Bandung Tidak Berikan THR, Bersiap Kena Sanksi Pembekuan Usaha

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, SE., M.M

JABARNEWS | BANDUNG – Pihak DPRD Kota Bandung mengingatkan kepada seluruh perusahaan yang ada di Kota Bandung agar memberikan THR kepada pekerjanya, dan jika tidak melaksanakan kewajiban tersebut, pemerintah akan memberikan teguran tertulis hingga sanksi pembekuan kegiatan usaha.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, SE., M.M., saat hadir dalam talk show di salah satu radio, Senin, (18/4/2022), dengan Tema “Layanan Aduan Tunjangan Hari Raya”.

Edwin mengatakan, kepada seluruh perusahaan di Kota Bandung untuk memberikan THR kepada pekerjanya. Bila perusahaan tidak membayarkan THR tentunya akan ada sanksi yang diberikan oleh pemerintah, mulai dari teguran tertulis hingga pembekuan kegiatan usaha.

Baca Juga:  Libur Nataru di Karawang, Dishub: Sementara Ini Belum ada Penyekatan

“Harapannya THR bisa terbayarkan oleh perusahaan kepada para pekerja. Terlebih kondisi ekonomi saat ini sudah lebih baik dari tahun lalu. Bila tidak membayar THR tentunya berdasarkan Pasal 78 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan itu ada sanksi administratif seperti teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi serta pembekuan kegiatan usaha,” kata Edwin.

Dia juga meminta kepada para pekerja yang tidak mendapatkan kejelasan terkait THR tahun ini diharapkan segera melaporakan hal ini kepada DPRD Kota Bandung dan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung.

Baca Juga:  Menengok Kemegahan Alun-alun Pangbagea Pangandaran yang Dibangun dengan Anggaran Fantastis

“Partisipasi masyarakat tentunya kita harapkan. Jadi bagi pekerja yang tidak mendapatkan THR bisa melaporakan langsung ke DPRD Kota Bandung dan layanan aduan THR Disnaker Kota Bandung. Kami akan langsung jembatani antara pengusaha dan pekerja serta kami koordinasikan sehingga ada solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak,” ujar Edwin.

Lebih lanjut Edwin menjelaskan tahun lalu (2021), memang ada beberapa perusahaan yang mengaku tidak mampu membayarkan THR. Namun, ia pun menegaskan kepada perusahaan untuk jujur terkait kondisi keuangannya. Sebab, keuangan setiap perusahaan akan diaudit.

Baca Juga:  Polisi Terjunkan Tim Gabungan untuk Buru Pelaku Pembunuhan Mayat Terlilit Lakban di Indramayu

“Rata-rata alasan para pengusaha karena kondisi keuangan belum memungkinkan jadi di sinilah perlu musyawarah mufakat diantara semua pihak. Kita di DPRD pun selalu menekankan Disnaker Kota Bandung untuk fokus memperhatikan masalah ini. Jangan sampai jadi masalah yang berkepanjangan. Intinya jangan main-main juga kalau bohong. Kan nanti ada proses audit,” tutur Edwin.

Seperti diketahui, perusahaan wajib membayarakan gaji 1 bulan penuh kepada pekerja yang minimal masa baktinya 12 bulan atau lebih. Sementara bagi yang kurang dari 1 tahun maka ada perhitungan yakni masa kerja: 12 bulan x 1 bulan gaji.  (humpro dprd kota)