• Senin, 29 November 2021

FK DKISIP dan USB YPKP Bandung Gelar Webinar Komunikasi Publik Terkait Covid-19

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:47 WIB
Webinar Nasional FK-DKISIP bertema ‘Komunikasi Publik Pemerintah Dalam Penanganan Covid-19: Tantangan, Permasalahan dan Evaluasi', Sabtu 23 Oktober 2021.  (Robby/JabarNews)
Webinar Nasional FK-DKISIP bertema ‘Komunikasi Publik Pemerintah Dalam Penanganan Covid-19: Tantangan, Permasalahan dan Evaluasi', Sabtu 23 Oktober 2021. (Robby/JabarNews)

JABARNEWS | BANDUNG - Forum Komunikasi Dekan Fisip (FK DKISIP) kerja sama dengan Fisip Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, menggelar Webinar Nasional FK DKISIP bertema ‘Komunikasi Publik Pemerintah Dalam Penanganan Covid-19: Tantangan, Permasalahan dan Evaluasi', Sabtu 23 Oktober 2021.

Selain dengan USB YPKP Bandung, Webinar Nasional tersebut terselenggara atas kerja sama FK DKISIP dengan Fisip Universitas Medan Area Medan Sumatera Utara, Fisip Universitas Galuh Ciamis Jawa Barat, Fisip Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Surabaya Jawa Timur, Fisipol Universitas Muhammadiyah Kupang NTT, dan Fisip Universitas Nuku Tidore Kepulauan Maluku Utara.

Acara Webinar Nasional ini diikuti 1.881 orang mahasiswa dan umum, yang dilaksanakan secara daring atau online. Meskipun gratis, setiap peserta webinar mendapatkan sertifikat, setelah kegiatan berakhir.

Baca Juga: Atasi Dampak Pandemi, Gus Menteri Dorong Diversifikasi Usaha BUMDes

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Ciamis Berencana Bangun Kawasan Industri Hasil Tembakau

Webinar Nasional dibuka oleh Ketua Umum FK DKISIP, Prof. Dr. Samugyo I. Redjo, MA. Saat memberikan sambutan, ia mengatakan, Webinar Nasional ini diharapkan bisa memberikan manfaat dan masukan yang baik bagi pemerintah dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Sementara itu Sekjen FK DKISIP, Drs. Tatang Sudrajat, S.Ip, M.Si, yang juga merupakan Dekan Fisip USB YPKP Bandung, dalam sambutannya mengemukakan bahwa tujuan dilaksanakannya Webinar Nasional kali ini topiknya berkenaan dengan komunikasi publik, yang dilakukan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19.

“Seperti yang kita ketahui, sejak Maret 2020 hingga hari ini Satgas Covid-19 baik Nasional maupun daerah yang di dalamnya berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat itu kan harus mengkomunikasikan, mendesiminasikan program dan kebijakannya kepada publik dan masyarakatnya. Faktanya tentu menemukan berbagai macam persoalan,” ujar Drs Tatang.

Baca Juga: Kondisinya Memperihatinkan, DPRD Jabar Minta Pemprov Perhatikan Makam Syekh Quro

Baca Juga: Keterisian Rumah Sakit di Jabar Turun Jadi 3 Persen, Ridwan Kamil Dorong Percepatan Vaksinasi di Cianjur

Halaman:

Editor: Rian Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X