Mahasiswa Unla Laksanakan KKNM di Sukamiskin Bandung

JABARNEWS | BANDUNG – Di tengah masa pandemi Covid–19 ini tidak mematahkan semangat para mahasiswa yang menjalani Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Kelompok 2 Universitas Langlangbuana (Unla), di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung yang digelar pada 5 Agustus sampai 5 September 2020.

KKNM merupakan program akademik Unla yang bertujuan menyalurkan potensi mahasiswa dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mahasiswa KKNM Kelompok 2 ini melakukan terobosan membuat program yang berguna dan memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat sekitar Kelurahan Sukamiskin. Tentunya, sesuai dengan tema KKNM Unla Tahun 2020 yaitu Mendukung Masa New Normal,” kata Ketua Kelompok 2, Nakula, Rabu (2/9/2020).

Nakula menjelaskan, adapun program yang diangkat dalam KKNM, yaitu membuat website profile company Kelurahan Sukamiskin yang bertujuan menjadi wadah untuk sarana komunikasi dan berekspresi warga di wilayah Sukamiskin, seperti memublikasikan prestasi yang diraih Kelurahan Sukamiskin.

Selain itu, website ini menjadi rujukan masyarakat saat membuat surat menyurat yang berkaitan dengan kelurahan, agar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Baca Juga:  Jangan Sembarangan Masuk! Di Jonggol Ada Keranda Jenazah Sebagai Portal Desa

“Tidak lupa, keberadaan website ini jadi wadah membangun semangat para pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Sukamiskin” katanya.

Kemudian mahasiswa juga membakar semangat pegiat UMKM yang ada di wilayah Sukamiskin yang mampu bertahan dalam masa pandemi Covid–19 ini.

Ada 2 UMKM yang diangkat oleh mahasiswa KKNM yang ada di wilayah Sukamiskin tersebut yaitu, UMKM PIPPO Semprong dan Seroja. UMKM ini milik Munir dan Titik, warga Pos Giro RT 04 RW 16, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Sukamiskin, Kota Bandung.

Sebelumnya PIPPO Semprong dan Seroja melakukan penjualan dengan cara konvensional yaitu dari mulut ke mulut dan menitipkannya ke warung-warung kecil dan pernah juga dititipkan ke penjual sayuran. Dan dalam kemasan pun masih menggunakan plastik yang sederhana sehingga kurang terlihat menarik.

Mahasiswa KKNM Kelompok 2 membantu memberikan solusi dalam hal penjualan yang sebelumnya menggunakan cara-cara offline ditambah dengan cara digital atau online. Ini sebagai bentuk nyata melakukan perubahan dalam menghadapi situasi ekonomi sehingga meningkatkan volume penjualan.

Baca Juga:  Iker Cassilas Incar Kursi Presiden FA Spanyol

“Dengan kemasan yang baru akan mudah diingat oleh masyarakat karena menarik dan tentunya tidak menghilangkan rasa yang enak dari resep turun temurun,” jelas Nakula.

Selain itu, ujar Nakula, ada juga Studio DODDIECRAFTS didirikan pada 1 November 1998 oleh Doddie K Permana. Studio ini beralamat di Jalan Kertasari Nomor 5, RT.5 RW.16, Sukamiskin, Arcamanik, Sukamiskin, Kota Bandung.

UMKM tersebut memproduksi sekaligus tempat kursus melukis di atas media kain. Menariknya, untuk melukis media kain menggunakan malam dingin dan tidak banyak menggunakan teknik. Teknik ini digunakan oleh orang-orang zaman dulu dan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan dapat dijangkau di sekitar kita.

“Kreasi dari UMKM ini diharapkan menjadi ikon Kota Bandung agar dikenal di seluruh Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Nakula menambahkan, pihaknya juga mensinergikan program penyuluhan gerakan hidup sehat dengan progam Kang Pisman. Program ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang sedang digencarkan pemerintah. Kegiatan yang dilakukan yaitu kunjungan pada masyarakat di sekitar RW 02 Kelurahan Sukamiskin. Kunjungan dilakukan pada 15 Agustus 2020.

Baca Juga:  Gelar Rapat Kabinet, Ini Sejumlah Keputusan Pemerintah Jelang Lebaran

Mahasiswa yang diterjunkan ada 4 orang karena bertujuan untuk menghindari kerumunan. Kegiatan yang diselenggarakan di antaranya pembagian masker, mensosialisasikan pentingnya menjaga jarak, serta pembuatan video animasi gerakan hidup sehat.

Di samping itu, untuk mendukung Program Kang Pisman, pada 21 Agustus 2020, mahasiswa Kelompok 2 KKNM didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung melakukan penyuluhan seputar program itu.

“Kegiatan tersebut mendapat dukungan yang baik dari pihak–pihak terkait,” tambahnya.

Diketahui, program Kang Pisman diluncurkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Program yang berjalan sejak 2018 dan memiliki arti yaitu kurangi (KANG), pisahkan (PIS), dan manfaatkan (MAN) ini bertujuan agar sampah yang ada di wilayah Kota Bandung bermanfaat untuk masyarakat.

Pelaksanaan Kelompok 2 KKNM di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik sendiri diawasi Dosen Pembimbing, Enok Sugiharti S.T., M.T. Adapun yang mendapat amanah sebagai Ketua Kelompok yaitu Nakula. (Red)