• Kamis, 21 Oktober 2021

Keras, MUI Kritik Keputusan Pergeseran Hari Libur Keagamaan: Tak Relevan!

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:11 WIB
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis.  (Islam Kaffah)
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis. (Islam Kaffah)

JABARNEWS | BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan kritik atas keputusan pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis mengatakan, pergeseran hari libur keagamaan itu tidak lagi relevan. Mengingat, saat ini Covid-19 mulai mereda.

"Saat WFH dan Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagaaman dengan alasan agar tak banyak mobilitas lburan warga dan tidak berkerumun sdh tak relevan," kata Cholil Nafis dalam unggahan akun Twitternya pada Senin 11 Oktober 2021.

Baca Juga: Marak Terjadi Tawuran Antar Sekolah, Uu Ruzhanul Ulum Minta Para Guru Sampaikan Pesan Ini

Baca Juga: Kejar Target Vaksinasi 70 Persen, Polres Purwakarta Luncurkan Vaksin Mobile Bagi Lansia

Baca Juga: Soal Keterbukaan Informasi Publik di Jabar, Setiawan Wangsaatmaja Bilang Begini

"Keputusan lama yg tak diadaptasikan dg berlibur pd waktunya merayakan acara keagamaan," lanjutnya.

Menurut Cholil Nafis, hari libur seharusnya mengikuti hari libur kegamaan bukan sebaliknya.

"Indonesia paling banyak libur kerja karena menghormati hari besar keagamaan (HBK). Jadi libur itu mengikuti HBK bukan HBK yg mengikuti hari libur. Jk ada penggeseran hari libur ke stlh atau sebelum HBK berarti bonus krn kita memang selalu libur," ucapnya.

Baca Juga: Perkembangan RSUD Al-Ihsan Berkembang Pesat, Ini Kata DPRD Jabar

Halaman:

Editor: Rian Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X