Terpeleset Saat Menjala Ikan, Seorang Nelayan Hilang Terseret Arus Sungai Cimandiri Sukabumi

JABARNEWS | SUKABUMI – Seorang nelayan hilang tenggelam terseret arus Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi saat hendak menjala ikan.

Nelayan yang berasal dari Palabuahanratu itu diketahui bernama Didin (60). Dari informasi yang didapat, SAR, kecelakaan sungai yang menimpa nelayan tersebut bermula saat korban hendak menjala ikan dengan menggunakan jaring (kecrik).

Kondisi arus Sungai Cimandiri yang sedang deras tersebut menyulitkan Didin mencari titik yang tepat untuk menjala ikan. Namun, menyusuri aliran sungai, diduga korban terpeleset dan tercebur ke sungai karena batu yang dipijaknya licin.

Baca Juga: BPBD Jabar Sebut Banjir Bandang di Kabupaten Garut Akibat Intensitas Hujan Tinggi

Baca Juga: Sungai Cibuni Meluap, Tiga Kampung di Kabupaten Sukabumi Terendam Banjir

Baca Juga:  332 Guru Dan Dikmas Ikut Lomba Dikmas

Derasnya arus sungai pun langsung menyeret tubuhnya dan sempat meminta pertolongan kepada kerabatnya yang berada di lokasi kejadian saat itu.

“Korban yang merupakan warga Kampung Cisaat, Desa Citarik ini diketahui bernama Didin (60) dan dinyatakan hilang tenggelam di Sungai Cimandiri yang tidak jauh dari rumahnya setelah kerabatnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan dan tim SAR gabungan,” kata Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Fajri Assidiq di Sukabumi, Minggu 28 November 2021.

Baca Juga: Jabar Siaga Bencana, JQR Lakukan Pelatihan Relawan Kebencanaan

Baca Juga: Uu Ruzhanul Ulum Segera Perbaiki Jempatan Putus Akibat Banjir Bandang di Kabupaten Garut

Baca Juga:  20.000 Rumah Untuk Buruh Dibangun Di Bandung Barat

Kerabat korban, Ade (50) mencoba memberikan pertolongan namun tidak berhasil karena arus sungai dengan cepat menyeret tubuh korban hingga ke tengah dan akhirnya tenggelam.

Menurut Okih, menerima laporan adanya kasus kecelakaan sungai pihaknya langsung mengerahkan sejumlah personelnya ke lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran. “Jaringnya sudah ditemukan tepatnya di Kampung Mariuk yang tidak jauh dari lokasi di mana korban tercebur ke sungai dan terbawa arus,” ucapnya.

Sementara, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Hendra Sudirman mengatakan tim SAR gabungan dari berbagai instansi, komunitas dan relawan sudah berada di lokasi tidak lama setelah laporan kejadian kecelakaan sungai diterima pihaknya.

Baca Juga:  Bupati Subang Pimpin Penggalangan Dana Peduli Banten dan Lampung

Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR yang ikut dalam operasi SAR ini dibagi menjadi dua regu, di mana regu pertama melakukan pencarian menggunakan rubber boat dan regu kedua menyisir di jalur darat dengan jarak satu kilometer dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Implementasikan SPIP, Wujudkan Tata Kelola Good Governance dan Clean Government

Baca Juga: Guntur Subagja: 4 Hal Agar Media Online Jadi Pemenang Lawan Media Sosial

“Kondisi arus sungai yang deras cukup menyulitkan tim SAR dalam upaya pencarian korban ditambah turun hujan deras, sehingga kami mengimbau agar waspada jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menimpa tim,” ungkap Hendra.***